Senin, 15 Oktober 2012

Mimpi ke Surga Bawa Areeb Memeluk Islam



Mimpi ke Surga Bawa Areeb Memeluk Islam
Ketika berusia tujuh atau delapan tahun, Areeb selalu mengulangi mimpi yang sama. Dunia medis menyebut mimpi berulang.
Itu terjadi ketika individu terbangun sebelum Rapid Eye Movement (REM), fase dimana organ vital tubuh mulai relaksasi atau setelah fase REM. Namun, ia tidak yakin dengan penjelasan itu.
Dalam mimpinya, ia terbang melalui berbagai tingkat surga. Ia identifikasi itu mimpi sebagai surga, karena tampilannya begitu indah.
"Tidak pernah saya melihat hal itu seumur hidup saya," kenang dia, seperti dinukil dari onislam.net.
Mencari tahu tentang mimpi itu, Areeb mendapatkan jawaban yang membingungkan. Sejumlah orang mengatakan surga yang dimaksud mungkin hanya lapisan awan.
Namun, setiap tingkatan surga terdengar nyanyian dalam bahasa yang tidak pernah ia dengar sebelumnya. Setiap tingkatan surga tampak sosok yang mengenakan jubah putih. Wajah mereka menunjukan kebahagiaan dan ketenangan.
Sosok yang Areeb lihat menyajikan hal yang sama berulang-ulang. Karena penasaran, ia tanyakan apa yang ada mimpinya pada pendeta. Namun, ia sangat terkejut dengan jawaban yang diberikan.
"Kami tidak percaya ada tujuh surga. Hanya ada satu surga," kata dia menirukan ucapan sang pendeta.
Tidak puas dengan jawaban pendeta soal mimpinya ke tujuh surga, Areeb mencoba bertanya pada teman-temannya. Tapi, lagi-lagi ia mendapatkan jawaban yang sama. Dalam agama Kristen hanya ada satu surga.
Ia coba bertanya kembali. Kali ini ada perempuan yang begitu paham bahasa latin di gereja. "Saya tanya, apa itu lalalalal... perempuan itu mengatakan tidak tahu apa. Ia pastikan itu hanya mimpi," kenang dia seperti dinukil onislam.net.
Areeb memikirkan pendapat perempuan itu. Terpikir olehnya untuk kembali melanjutkan hidupnya tanpa harus terjebak dengan rasa penasaran ihwal makna mimpi tersebut.
Ia putuskan untuk meninggalkan sejenak mimpi itu. Lalu ia mencoba melanjutkan hidupnya kembali. Tapi 27 tahun kemudian, ia berdebat dengan istrinya soal mimpi kecilnya itu. (baca: Mimpi ke Surga Bawa Areeb Memeluk Islam).
Istri dan keluarganya tampak tidak tertarik dengan topik yang dikemukakannya. Sekelebat, ia mendapatkan jawaban. Tapi jawaban itu justru tidak masuk akal.
"Bagaimana mungkin, ketika setiap orang berjuang keras hidup sehat, suci dan saleh tiba-tiba membuat satu kesalahan maka ia harus turun dari surga menuju neraka," kata dia.
Yang ia sayangkan. Mengapa ia dianggap gila hanya karena mimpi tersebut. Pada seorang psikolog, Ford Hendrix menjelaskan padanya ketika mimpi berbicara tujuh surga maka itu benar tujuh surga.
Lalu, dijelaskan olehnya soal hal lain dalam mimpinya itu. Sosok berjubah putih itu mengatakan, "La Ilaha illa Allah, Muhammadan Rasulullah."
Mengetahui sosok berjubah putih di surga itu mengatakan dua kalimat syahadat, La Ilaha illa Allah, Muhammadan Rasulullah, seketika Areeb merasa pucat. Ia tidak percaya, dengan apa yang diingatnya. Ada saudaranya yang sudah memeluk Islam mengatakan padanya itu adalah dua kalimat syahadat.

Oleh saudaranya itu, kalimat syahadat diucapkan dalam bahasa Inggris. Baru kali itu, ia mendengar versi bahasa Arabnya. (baca: Mimpi Dua Kalimat Syahadat Bimbing Areeb Masuk Islam).

Areeb pun mengatakan pada saudaranya itu perkataan itulah yang ia dengar. Perkataan itu pula yang ia dengar berulang-ulang.

Namun, ia tidak langsung ke masjid. Ia masih tidak percaya dengan mimpi itu. Ia harus mencari bukti otentik guna membenarkan mimpi itu. (baca: Mimpi ke Surga Bawa Areeb Memeluk Islam).

"Ya Tuhan, jika Engkau berada disana. Tunjukanlah padaku bagaimana saya bisa menemukan-Mu. Bagaimana saya bisa menunjukkan jalan yang benar. Karena saya ingin mencari kebenaran," pinta Areeb seperti disitat onislam.net.

Doa itu selalu ia ucapkan ketika hendak tidur dan bangun. Ia berharap, doa tersebut akan memberikan jawaban.

Perlahan ia tidak ragu sedikitpun tentang mimpi itu. Karena, ia tidak tahu tentang rukun Islam, Alquran atau cara menjadi muslim. "Saya tidak lagi menolak apa yang dikatakan secara berulang. Saya menerima "Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT," pungkasnya.
Sumber : onislam.net
oo00oo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar